
Gesah.co.id – Senyum sumringah terpancar
dari wajah warga Petak 56, Dusun Ringinagung, Desa Pesanggaran, Kecamatan
Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur. Hari Raya Idul Fitri tahun ini terasa
lebih istimewa bagi mereka. Pasalnya, rutinitas anjangsana atau silaturahmi
lebaran kini bisa dilakukan dengan nyaman berkat akses jalan yang telah mulus.
Kepala Dusun (Kadus) Ringinagung, Agus
Romadhon, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas kepedulian perusahaan
tambang emas tersebut melalui program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat
(PPM) atau yang biasa disebut Corporate Social Responsibility (CSR).
"Kami sangat bersyukur dengan adanya
pavingisasi ini. Jalan jadi lebih mudah dilalui dan tidak lagi bergelombang
seperti dulu. Sekarang warga, terutama saat momen lebaran, bisa anjangsana
dengan tenang tanpa terkendala jalan rusak," ucap Agus Romadhon, Jumat
(27/2/2026).
Mantan Kasatkorcab Banser Banyuwangi ini
juga menyampaikan, Jalan Petak 56 bukan sekadar akses pemukiman, melainkan urat
nadi kehidupan bagi warga sekitar. Jalur ini menjadi rute utama bagi anak-anak
menuju sekolah, sekaligus jalur vital distribusi barang dan denyut perekonomian
masyarakat yang mayoritas bekerja sebagai petani.
"Ini adalah jalur utama menuju wilayah
pertanian. Dengan jalan yang layak, mobilitas warga untuk mengangkut hasil
panen jauh lebih efisien. Sinergi seperti inilah yang sangat diharapkan
masyarakat," tandasnya.
Hadirnya jalan paving yang kokoh ini
memberikan harapan baru bagi mobilitas warga hingga ke pelosok desa. Masyarakat
pun menyambut positif inisiatif PT BSI dan berharap keberadaan investasi di
wilayah mereka terus memberikan manfaat nyata yang berkelanjutan.
Kabar baiknya, perbaikan infrastruktur ini
tidak akan berhenti sampai di sini. Agus Romadhon menyebutkan bahwa pihaknya
telah mengajukan permohonan lanjutan untuk pavingisasi jalan sepanjang 1
kilometer lagi di area Petak 56.
"Jika usulan tahap lanjutan ini
terealisasi, maka dipastikan seluruh jalur Petak 56 akan mulus total hingga ke
wilayah pinggiran hutan. Kami berharap kerja sama yang baik ini terus berlanjut
demi kesejahteraan warga," ujarnya.
Implementasi program PPM PT BSI ini menjadi
bukti nyata bahwa keberadaan industri pertambangan mampu berjalan beriringan
dengan peningkatan kualitas infrastruktur desa. Sekaligus memperkuat kearifan
lokal seperti tradisi silaturahmi di hari kemenangan.
Penting diketahui, PT BSI adalah operator
tambang emas di Gunung Tumpang Pitu, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran,
Banyuwangi. Wilayah Kecamatan Pesanggaran, merupakan lokasi investasi PT BSI,
selaku pemegang izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP OP) Emas dan
Mineral Pengikutnya, Nomor 188/547/KEP/429.011/2012.
Wilayah Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi,
meliputi Desa Kandangan, Sarongan, Sumberagung, Sumbermulyo dan Pesanggaran.
Anak perusahaan PT Merdeka Copper Gold Tbk
tersebut telah dinyatakan sebagai Obyek Vital Nasional (Obvitnas) sesuai Kepmen
ESDM Nomor 159.K/90/MEM/2020. Perusahaan Penanaman Modal Dalam Negeri atau PMDN
ini operasi produksi di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan pesanggaran,
Banyuwangi.
Sebagai pelaku investasi, PT BSI terus
menancapkan komitmennya kepada masyarakat. Program PPM atau CSR terus
digelontorkan dengan 8 program utama. Meliputi program bidang pendidikan,
kesehatan, tingkat pendapatan riil atau pekerjaan, kemandirian ekonomi, sosial
budaya, lingkungan, pembentukan lembaga komunitas dan infrastruktur. (*)
