
Bupati Ipuk menerima LHP dan opini WTP dari BPK.
Gesah.co.id – Transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan Kabupaten Banyuwangi, kembali mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025. Raihan ini merupakan ke-14 kalinya secara berturut-turut.
Predikat WTP merupakan
opini tertinggi dari BPK terhadap laporan keuangan pemerintah. Penilaian
tersebut diberikan berdasarkan kesesuaian laporan keuangan dengan standar
akuntansi pemerintahan, kecukupan pengungkapan, kepatuhan terhadap peraturan
perundang-undangan, serta efektivitas sistem pengendalian internal.
Yuan mengucapkan
selamat atas prestasi Banyuwangi serta kabupaten dan kota lain yang telah
berhasil mempertahankan predikat WTP.
"Di dalamnya
sudah disampaikan rekomendasi-rekomendasi dan juga action plan. Kami harap bisa
segera ditindak lanjuti,” ujarnya.
Bupati Ipuk bersyukur
Banyuwangi berhasil mempertahankan tata kelola keuangan daerah. Bagi Ipuk,
mempertahankan capaian opini WTP dari BPK bukanlah hal yang mudah. Dibutuhkan
konsistensi, kebersamaan, tata kelola keuangan yang baik, serta kesungguhan untuk
mengikuti aturan yang berlaku.
"Kami terus
berupaya memanfaatkan dan mengelola keuangan daerah dengan baik, serta
bermanfaat untuk masyarakat,” ujar Ipuk.
“Terima kasih kepada
BPK yang telah memberikan arahan dari tahun ke tahun. Terima kasih juga kepada
seluruh rekan-rekan perangkat daerah dan DPRD Banyuwangi atas sinergi yang baik
selama ini, sehingga Banyuwangi mampu mempertahankan opini WTP selama 14 tahun
bertutut-turut sejak 2012," imbuhnya.
Torehan WTP kali ke-14
ini membuat Ipuk yakin bahwa menciptakan program pelayanan publik bisa sejalan
dengan akuntabilitas keuangan, terutama di tengah efisiensi anggaran seperti
saat ini.
Penerapan efisiensi
anggaran, kata Ipuk, menumbuhkan tantangan tersendiri bagi daerah, bagaimana
program pembangunan tetap berjalan optimal, meski dengan alokasi anggaran yang
terbatas.
“Dalam kondisi ini,
kami memilih untuk fokus. Tidak semua program kami geber, melainkan memilih
skala prioritas. Sehingga dengan anggaran sedikit, bisa dioptimalkan untuk
tujuan yang kita rancang. Kami juga selalu memastikan agar semua transaksi
akuntabel, dan bisa dipertanggung jawabkan,” ujarnya.
“Selain segera menindaklanjuti rekomendasi dari BPK, kami akan terus memperkuat konsolidasi antar OPD dan unsur terkait untuk memperkuat tata kelola keuangan daerah,” tambah Ipuk. (*)
