
Puluhan masyarakat berkumpul di Taman Literasi Martha Christina Tiahahu
Gesah.co.id – Di tengah padatnya aktivitas ibu kota, Sabtu lalu menjadi momen berbeda bagi puluhan masyarakat yang memilih berhenti sejenak. Mereka berkumpul di Taman Literasi Martha Christina Tiahahu untuk mengambil jeda merenung, memahami diri, dan kembali terhubung dengan makna kehidupan.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi momen kebersamaan, tetapi juga merupakan bagian dari upaya YCCK untuk menjangkau lebih banyak masyarakat melalui pendekatan refleksi diri yang sederhana dan mudah diakses. Melalui buku SOUL Reflection, peserta diajak membuka halaman secara acak sebuah metode yang dirancang untuk membantu individu menemukan pesan yang relevan dengan kondisi batin mereka saat ini.
Lebih dari itu, pendekatan ini mulai dirasakan sebagai salah satu cara sederhana yang dapat membantu masyarakat menjawab keresahan yang sering kali tidak terungkap. Di tengah tekanan hidup, overthinking, hingga tantangan relasi sehari-hari, pengalaman refleksi ini menjadi ruang aman untuk berhenti sejenak, menenangkan pikiran, dan melihat kembali persoalan dari sudut pandang yang lebih jernih.
Hal ini menjadi bagian dari komitmen YCCK dalam menghadirkan ruang refleksi yang dapat diakses luas oleh masyarakat. YCCK menghadirkan pendekatan refleksi diri yang sederhana namun berdampak, sebagai solusi bagi masyarakat untuk lebih tenang, sadar, dan terhubung dengan diri sendiri.
Partisipasi masyarakat dalam kegiatan ini menunjukkan tingginya kebutuhan akan ruang jeda dan refleksi di tengah dinamika kehidupan urban. Peserta yang hadir tidak hanya berasal dari komunitas, tetapi juga masyarakat umum yang tertarik untuk mengenal lebih dalam pengalaman refleksi diri yang ditawarkan.
Suhartono, Koordinator SOUL Community Jakarta Timur, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini dengan penuh antusiasme.
“Acara hari ini sungguh luar biasa. Antusiasme peserta sangat tinggi dan didominasi oleh masyarakat umum. Terima kasih kepada YCCK, SOUL Community Jabodetabek, dan ITJ Jakarta atas dukungan sehingga acara ini bisa terselenggara dengan baik,” ungkapnya.
Pengalaman refleksi yang dihadirkan melalui buku SOUL Reflection menjadi momen yang membekas bagi banyak peserta.
Tya, seorang guru TK, mengaku terkejut dengan pesan yang ia dapatkan.
“Saya nggak nyangka, saat membuka halaman secara acak, pesannya sangat relate dengan kondisi saya dan anak saya. Saya diingatkan bahwa saya perlu lebih dulu meradiasikan cinta, agar anak saya bisa lebih mudah menerima dan mendengarkan,” tuturnya.
Viko, seorang guru yang hadir dengan niat untuk mengembangkan diri, juga merasakan hal serupa.
“Saya datang memang ingin meningkatkan diri jadi lebih baik, dan pesan yang saya dapatkan tentang self-development terasa sangat tepat. Seperti diingatkan untuk terus bertumbuh,” ujarnya.
Sementara itu, Astri, seorang karyawan, menilai kegiatan ini memberikan dampak yang nyata bagi kehidupan sehari-hari.
“Kegiatan seperti ini perlu dicoba. Dampaknya bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga orang-orang di sekitar kita. Terima kasih untuk YCCK dan SOUL,” katanya.
Sepanjang kegiatan, suasana terasa hangat dan penuh koneksi. Dalam ruang sederhana tersebut, peserta tidak hanya menemukan pesan untuk diri sendiri, tetapi juga merasakan kebersamaan yang jarang ditemui di tengah kehidupan kota yang serba cepat.
Melalui gerakan SOUL Action “Berbagi Cahaya”, Yayasan Cahaya Cinta Kasih berharap dapat terus menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat dan menghadirkan ruang refleksi yang mudah diakses oleh siapa saja sebagai langkah awal menuju kehidupan yang lebih sadar, tenang, dan penuh makna.
Karena seperti nilai yang diajarkan dalam metode SOUL oleh Bunda Arsaningsih, ketika seseorang menabur kebaikan, maka kehidupan akan menghadirkan kebaikan kembali dengan cara yang sering kali tak terduga.
