
Bupati Ipuk menerima penghargaan pendidikan dari Mendikdasmen di Jakarta.
Gesah.co.id - Komitmen
Banyuwangi dalam memajukan sektor pendidikan mendapat apresiasi tinggi dari
pemerintah pusat. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul
Mu'ti, memberikan dua penghargaan sekaligus kepada Bupati Banyuwangi Ipuk
Fiestiandani atas upayanya dalam pengembangan pendidikan di daerah.
Menteri Abdul Mu'ti
menjelaskan pemerintah juga terus membangun cultural infrastructure atau
infrastruktur budaya dalam rangka memperkuat pendidikan karakter. Salah satunya
lewat tujuh kebiasaan Indonesia hebat, berbagai program yang berkaitan dengan
upaya memberikan penguatan pendidikan untuk anak TK, serta wajib belajar 13
tahun bagi anak-anak TK sampai tingkat SLTA.
"Kami memberikan
ruang aktualisasi yang sangat besar bagi anak-anak kita untuk dapat tampil
mengembangkan potensi," kata Menteri Abdul Muti.
Menurut Bupati Ipuk
penghargaan ini adalah wujud kebanggaan pemerintah pusat atas karya kreasi anak
Banyuwangi yang hebat. Baik prestasi di bidang sains hingga kreativitas seni
budaya.
"Ini adalah
pengakuan atas prestasi dan kreativitas seluruh anak Banyuwangi yang hebat.
Selamat untuk seluruh anak Banyuwangi, terima kasih telah mengharumkan
Banyuwangi," kata Ipuk.
Ipuk mengatakan Pemkab
Banyuwangi terus memfasilitasi pengembangan minat dan bakat siswa. Di antaranya
adalah pengembangan minat numerasi siswa di Banyuwangi yang bekerja sama dengan
Prof. Yohanes Surya. Program yang bertajuk Smart Gasing itu bertujuan untuk
mengenalkan pembelajaran matematika yang menarik kepada siswa-siswa di pelosok
desa.
Dari program Smart
Gasing tersebut, berhasil mencetak siswa unggul. Di antaranya adalah Felicia
Dahayu, siswa SDN 1 Pesanggaran, yang berhasil meraih emas kompetisi coding
dalam The 9th World Innovative Technology (WIT) Challenge”, di Chonnam National
University, Korea Selatan pada 2-3 November 2024.
“Tidak hanya di bidang
sains, kami juga mendorong minat siswa-siswi kami di bidang seni budaya.
Bahkan, kami berikan panggung seluas-luasnya. Seperti program Padang Bulanan
yang menampilkan kreasi seni pelajar tiap bulan atau yang terbaru pagelaran
Kuntulan Ewon saat peringatan Hardiknas yang diikutinseribu lebih pelajar,”
papar Ipuk.
Ipuk juga memaparkan
upaya pemerintah daerah dalam memperkuat tenaga pendidik hingga sistem
pendidikan di daerah sendiri. Mulai peningkatan kesejahteraan guru dalam bentuk
pengangkatan Guru PPPK dan PPPK Paruh Waktu serta sejumlah program inovatif
lainnya.
Kepala Dinas
Pendidikan Banyuwangi Alfian menambahkan keberhasilan Banyuwangi mendapatkan
penghargaan Pemda dengan Validitas Terbaik lantaran pemkab ajeg melakukan
pendataan untuk memantau keberlanjutan pendidikan siswa.
"Keberhasilan
upaya tersebut dapat diukur dari angka Anak Tidak Sekolah (ATS) Kabupaten
Banyuwangi per 2025 yang masuk lima terendah kabupaten/ kota di Jawa Timur.
Begitu pula dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) per 2025 yang naik menjadi
75,17," beber Alfian. (*)
