
PT BSI bersama BPVP Banyuwangi melatih UMKM Pesanggaran mengupgrade usahanya.
Gesah.co.id – Pemberdayaan ekonomi melalui
penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terus digarap dengan serius
oleh pengelola tambang emas PT Bumi Suksesindo (PTBSI).
Materi pelatihan ini cukup lengkap,
meliputi produksi, pengemasan, hingga teknik pemasaran, baik online maupun
offline.
Perwakilan PT BSI dari Departemen Training
and Development, Arif Rochimul Hidayat, mengungkapkan bahwa materi-materi
tersebut bertujuan untuk mengoptimalkan potensi bisnis masyarakat sekitar
tambang.
"Agar mereka mampu berkembang sesuai
dengan perkembangan teknologi digital dan diharapkan memiliki inovasi kreatif
untuk produk yang akan dipasarkan,” ucapnya, Selasa (9/6/2026).
Arif berharap proses pelatihan dapat
berkesinambungan, meluas manfaatnya, dan berdampak positif. Dia mengingatkan,
dampak tersebut mungkin tidak secara instan, tetapi berupa pemahaman yang
bertambah dan keterampilan yang meningkat.
“Dengan bertambahnya pemahaman dan
keterampilan, kita punya kesempatan untuk memperbaiki usaha,” tuturnya.
Pada hari pertama pelatihan, para peserta
belajar tentang pembuatan konten pemasaran. Perwakilan BPVP Banyuwangi Syaifur
Rahman, membawakan materi dengan sangat menarik. Para peserta pun tampak
antusias mengikuti poin-poin yang disampaikan.
Pada hari berikutnya, para peserta praktik
langsung membuat produk olahan ikan. Disitu, perwakilan BPVP Banyuwangi Kartiko
Cahyo, Danang, dan Lulu membimbing para peserta untuk membuat nuget (nugget)
dan pempek berbahan ikan putihan.
Bagian luar gedung Rumah Pintar seketika
berubah menjadi arena memasak massal. Dua puluh orang memasak bersama di satu
lokasi. Kartiko yang menjadi instruktur pun tidak lelah memandu peserta.
Fani Sugistian, salah satu peserta dengan
gembira menceritakan pengalamannya mengikuti pelatihan. Menurutnya, kegiatan
tersebut bertujuan untuk meningkatkan kemampuan agar semakin maju dan pelaku
UMKM Naik Kelas.
“Kita juga belajar konten, loh. Belajar
konten untuk online juga offline dalam rangka pemasarannya,” ucapnya.
Sementara itu, Community Development
Officer PT BSI, Atika Dewi Evitasari menyebut bahwa pelatihan untuk pelaku UMKM
ini merupakan realisasi program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM).
Dengan pelatihan, dia berharap UMKM di sekitar perusahaan dapat naik kelas dan
semakin maju.
“Selain kualitas produk, kami melihat
packaging dan teknik pemasaran merupakan faktor penting bagi UMKM untuk survive
dan terus berkembang,” tuturnya.
Penting diketahui, wilayah Kecamatan
Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur, merupakan lokasi investasi PT BSI, selaku
pemegang izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP OP) Emas dan Mineral
Pengikutnya, Nomor 188/547/KEP/429.011/2012.
Wilayah Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi,
meliputi Desa Kandangan, Sarongan, Sumberagung, Sumbermulyo dan Pesanggaran.
Anak perusahaan PT Merdeka Copper Gold Tbk
tersebut telah dinyatakan sebagai Obyek Vital Nasional (Obvitnas) sesuai Kepmen
ESDM Nomor 159.K/90/MEM/2020. Perusahaan Penanaman Modal Dalam Negeri atau PMDN
ini operasi produksi di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan pesanggaran,
Banyuwangi.
Sebagai pelaku investasi, PT BSI terus
menancapkan komitmennya kepada masyarakat. Program PPM atau CSR terus
digelontorkan dengan 8 program utama. Meliputi program bidang pendidikan,
kesehatan, tingkat pendapatan riil atau pekerjaan, kemandirian ekonomi, sosial
budaya, lingkungan, pembentukan lembaga komunitas dan infrastruktur. (*)
