Home / Pendidikan

Ketua DPRD Banyuwangi Minta MPLS 2026 Berjalan Humanis dan Bebas Perundungan

Ketua DPRD Banyuwangi Minta MPLS 2026 Berjalan Humanis dan Bebas Perundungan

Ketua DPRD Banyuwangi I Made Cahyana Negara mengajak sekolah menghadirkan MPLS yang ramah, aman, dan menyenangkan bagi siswa baru.

Gesah.co.id – Ketua DPRD Banyuwangi I Made Cahyana Negara meminta seluruh sekolah di Banyuwangi menjalankan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) 2026 secara humanis, ramah anak, dan bebas dari segala bentuk perundungan.

“Banyak orang tua yang merasa haru dan bangga ketika mengantar anaknya pertama kali masuk sekolah. Momen ini harus dijaga dengan baik oleh seluruh satuan pendidikan,” kata Made, Senin (13/7/2026).

Ia menilai tema MPLS Ramah yang diterapkan secara nasional sudah tepat karena menempatkan kebutuhan psikologis anak sebagai prioritas utama dalam proses adaptasi di lingkungan sekolah.

“Anak-anak yang baru masuk SD, SMP, maupun SMA sedang berada pada fase transisi. Mereka membutuhkan pendampingan yang sabar, pendekatan yang hangat, dan lingkungan yang tidak menakutkan,” ujarnya.

Made juga menegaskan bahwa DPRD mendukung langkah Dinas Pendidikan yang mewajibkan MPLS dilakukan dengan cara-cara humanis serta melarang praktik yang bersifat menghukum atau mempermalukan siswa.

“Kami tidak ingin ada lagi kegiatan yang membuat anak tertekan, takut, atau merasa direndahkan. Sekolah harus menjadi tempat yang menyenangkan untuk belajar dan bertumbuh,” tegasnya.

Selain itu, ia meminta sekolah melakukan pemetaan kondisi siswa sejak awal tahun ajaran, termasuk persoalan ekonomi keluarga, risiko putus sekolah, hingga potensi perundungan.

“Deteksi dini sangat penting. Dengan pemetaan sejak awal, sekolah bisa memberikan pendampingan yang tepat dan mencegah masalah berkembang lebih besar,” kata politisi PDI Perjuangan tersebut.

Made menambahkan, keterlibatan orang tua juga menjadi kunci keberhasilan MPLS. Komunikasi yang baik antara sekolah dan keluarga dinilai mampu membantu siswa beradaptasi lebih cepat dengan lingkungan baru.

“Kami berharap kolaborasi antara guru, orang tua, dan pemerintah daerah terus diperkuat agar setiap anak di Banyuwangi mendapatkan pengalaman belajar yang aman, bahagia, dan berkualitas sejak hari pertama sekolah,” pungkasnya.