
Banyuwangi memaparkan progres Smart Kampung di rakor Kemendagri. Tag Berita
Gesah.co.id – Kementrian
Dalam Negeri mengundang Banyuwangi untuk memaparkan progress Program Smart
Kampung, dalam rapat koordinasi (rakor) Persiapan The 9th ASEAN Smart Cities
Network (ASCN) Annual Meeting Philipines di Jakarta, Rabu (13/5/2026). Progress
yang dipaparkan Banyuwangi kali ini akan menjadi salah satu best practise
penerapan Smart City pada ASCN annual meeting yang berlangsung Juli mendatang.
“Banyuwangi terus
melakukan progres menjadi daerah cerdas tidak hanya bertransformasi menjadi
kota digital tapi juga menjadi kota cerdas yang inklusif, hijau, inovatif
dan berkelanjutan,” kata Bupati Ipuk, Rabu (13/5/2026).
Ipuk mengatakan ASEAN
Smart Cities Network membuka peluang adanya perluasan jejaring kerja sama yang
lebih konkret, baik dengan kota-kota anggota ASCN, sektor swasta, mitra
pembangunan, maupun melalui skema sister city.
“Bagi Banyuwangi, ASCN
tidak hanya penting sebagai forum berbagi pengalaman, tetapi juga sebagai pintu
untuk membuka kolaborasi nyata baik bidang pelayanan publik, ekonomi digital,
pengelolaan lingkungan, hingga pemanfaatan teknologi baru untuk mendukung tata
kelola kota cerdas. Terima kasih pada pemerintah pusat yang memberikan
kesempatan ini pada Banyuwangi,” ujar Ipuk.
Sementara itu Director
Smart Cities and Communities Innovation Center ITB Suhono Harso Supangkat yang
menjadi nara sumber dalam rakor tersebut mengatakan, sebagai ASEAN Shepherd
ASCN periode 2025–2027, Indonesia harus naik kelas dari smart city berbasis teknologi
semata menuju Living Intelligence atau jaringan cerdas yang hidup, adaptif, dan
benar-benar menyelesaikan masalah warga sehari-hari.
“Kita melihat
Banyuwangi sebagai salah satu contohnya dimana daerah ini berhasil menerapkan
Smart Kampung untuk meningkatkan pelayanan publik hingga mengubah sampah
menjadi PAD melalui BLUD,” kata Suharso.
Ia meminta agar
Indonesia memimpin dengan contoh, mengumpulkan indikator perkotaan ke database
nasional, mendokumentasikan dan mempresentasikan praktik baik daerah di forum
ASCN, serta mendorong kolaborasi lintas sektor.
Sementara itu dalam
rakor tersebut Asisten Administraasi Umum sekaligus Plt. Kepala Dinas Kominfo
dan Persandian Banyuwangi Budi Santoso, menyampaikan, Smart Kampung yang
dikembangkan di Banyuwangi merupakan program pengembangan desa terintegrasi
yang memadukan penggunaan TIK dengan kegiatan ekonomi produktif, kegiatan
ekonomi kreatif, peningkatan pendidikan-kesehatan, pelayanan publik, dan upaya
pengentasan kemiskinan.
"Program Smart
Kampung untuk memudahkan pelayanan publik hingga tingkat desa, yang dipadu
dengan pemberdayaan. Ujungnya adalah meningkatkan kesejahteraan sosial-ekonomi
warga," ujar Budi.
Implementasi Smart
City Banyuwangi tidak hanya berhenti pada proses digitalisasi layanan publik
tapi juga mendorong ekonomi digital dimana UMKM didorong untuk lebih
adaptif dalam mengembangkan ekosistem digital baik dalam promosi produk,
pemasaran online, pencatatan usaha maupun transaksi non tunai.
Banyuwangi juga terus
mendorong lahirnya ide kreatif dan inovasi anak-anak muda daerah, komunitas
digital dan para inovator lokal lewat program Jagoan Banyuwangi dan kegiatan
Hacking Day. Hingga mendorong kepedulian terhadap lingkungan hidup dengan pengelolaan
sampah terpadu yang melibatkan warga sampai ke tingkat desa.
“Dengan begitu solusi
digital dan permasalahan sosial tidak selalu datang dari pemerintah tetapi
juga tumbuh dari masyarakat,” pungkas Budi. (*)
